Baca Karakter Orang Lewat Tulisan Tangan

Baca Karakter Orang Lewat Tulisan Tangan

Grafologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang tulisan. Ada dua jenis grafologi, yakni grafologi yang bernaung di bawah psikologi dan grafologi yang ada dalam bidang linguistik. Dalam psikologi, grafologi adalah tentang analisis pola tulisan tangan yang dapat mengidentifikasi kondisi psikologis maupun karakter dari seseorang.

Tahap-Tahap Grafologi

A.    Proses Intuitif

Proses peningkatan kepekaan bawah sadar dengan melakukan latihan-latihan, melibatkan otak kanan dan daya imajinasi. Penilaian grafologi subjektif dan fleksibel (tidak kaku) tetapi syarat dengan symbol. Seorang grafolog sangat berhati-hati –sedapat mungkin dihindari-penggunaan pedoman secara tekstual yang berlebihan. Hal ini berpotensi terhadap hasil interpretasi yang tidak sesuai dengan diri penulisnya. Melalui latihan mengendurkan (rileks) pikiran dan rasa, banyak berlatih memusatkan perhatian pada titik tertentu. Pedoman dalam buku hanya sebagai referensi dan bukan standar baku penafsiran.

B.     Menggunakan Pedoman

Bila intuisi anda sedang “blank”, sebagai upaya pancingan agar imajinasi berkembang.

C.    Mengintegrasikan tahap pertama dan kedua

Indikasi dominan dicatat, kontradiksi tetap dicatat sebagai sebagai gambaran dinamika kepribadian penulisnya. Penafsiran punya batas-batas kewajaran  (ada tafsiran-tafsiran yang harus disampaikan dan ada yang tidak dijelaskan, cukup disimpan sebagai rahasia si penafsir)

Hal Yang Perlu Diketahui

1.     Dalam memberikan interpretasi sedapat mungkin bersikap netral dengan melihat sisi positif dan tidak berprasangka terlebih dulu.

2.  Munculnya dua sikap dominan pada tulisan harus dilihat dari kecenderungan yang lebih kuat. Example cenderung individualis dan social. Sosialis lebih kuat , mungkin bisa diandalkan sebagai sukarelawan. Individual lebih kuat, mungkin orang tersebut bertipe pekerja mandiri.

3.  Grafologi tidak menyoroti sikap-sikap yang muncul kemudian, tetapi lebih menyoroti sifat kepribadian asli. Potensi penafsiran tulisan tangan lebih kuat dari pada tanda tangan. Karena tanda tangan tidak akan pernah sama persis setelah usia 17 tahun, mulai kelihatan watak asli seseorang dilihat dari tulisan dan tanda tangan.

Manfaat

Dapat diketahui kekuatan dan kelemahan diri atau memberi gambaran diri sendiri sehingga dapat lebih mengenal mengembangkan diri.

Arti Tulisan Tangan

Berdasarkan pada beberapa indikator berikut ini:

1.      Zona Huruf

Zona atas ( huruf-huruf tinggi ex. b,l,k,t,d,f,h) daya abstraksi, idealisme, pemikiran, imajinasi, dan ambisi.

Zona tengah ( huruf-huruf kecil ex. a,c,e,m,n) ego, adaptasi, hubungan social, perasaan dan emosi.

Zona bawah ( huruf-huruf yang ujungnya menggantung ex. g,j,p,q,y) kualitas materi dan fisik, kegemaran, dan penyimpangan. Hanya huruf “f” yang menempati semua zona.

2.      Baris Dasar

Jarak antara baris satu dan dua menggambarkan kecenderungan arah, focus pada urutannya, dan nilai waktu.

Baris teratur, tipe orang yang berpola pikir sistematis dan terencana, kurang berani ambil resiko, tidak suka berpetualang, konsisten terhadap perilaku, dan sikapnya.

Baris tidak teratur, ragu-ragu ambil keputusan, kurang terencana, pasrah pada keadaan, apatis, lebih suka dan puas dengan keadaan saat ini.

3.      Arah Tulisan

Miring ke kanan, sikap terus mengacu ke masa depan, cinta ayah, cenderung extrovert.

Miring ki kiri, sikap reflektif, cinta ibu, cenderung introvert.


Tegak lurus, tegar, suka mengamati lingkungan, banyak perintah, mampu mengendalikan emosi, tulisan seorang pengusaha, pemimpin militer, dan penulis terkenal.

4.      Ukuran Huruf

Tinggi 3 mm, > 3 mm (besar): pribadi,merdeka, butuh ruang untuk bahagia.

Tulisan kecil: rendah hati, cendrung menarik diri, detail, analisis, dan konsentrasi tajam.

5.      Kemiringan Huruf

Ke kanan: ramah tamah, supel, extrovert.

Ke kiri: introvert, pemalu, kaku, keras kepala.

Tegak: tidak emosi, praktis, pandai menyimpan masalah orang lain.

6.      Penekanan Huruf

Awal huruf: adaptasi dengan lingkungan baru.

Ketiadaan tarikan pada awal tulisan: tidak buang-buang waktu, sangat cerdas, praktis, objektif, tidak percaya dengan hal yang bersifat dangkal.

Akhir kalimat: supel, peduli, social, dermawan.

7.      Hubungan Antar Huruf

Sambunga huruf > 4 / 5 huruf : keras hati, keras kepala, jika ditambah tekanan ringan : malas. Sambungan sedang: kemampuan intuisi, kurang mampu bersosialisasi.

8.      Keteraturan Tulisan

Teratur: kaku, cenderung meredam gejolak hati sampai taraf memaksa.

Tidak teratur: emosi labil, kreativitas tinggi.

ARTI TULISAN SESEORANG

Berdasarkan beberapa indikator berikut ini:

1.     Arah kemiringan huruf

Ke kanan : ekspresif, emosional.

Tegak : menahan diri, emosi sedang.

Ke kiri : menutup diri.

Kesegala arah dalam satu kalimat : tidak konsisten.

Kesegala arah dalam satu kata : ada masalah dengan kepribadiannya.

2.      Huruf-huruf bersambung / tidak bersambung semua

Sosial, suka berbicara, dan bertemu orang banyak. Sebagian bersambung dan sebagian lepas : pemalu, idealis, sulit membina hubungan special. Lepas semua : berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama.

3.      Spasi antar kata

Berjarak tegas : suka berbicara (orang sibuk)

Rapat / seolah tidak berjarak : tidak sabaran, PD, cepat bertindak.

4.      Jarak vertikal antar baris

Sangat jauh : terisolasi, menutup diri, anti social.

Cukup berjarak ( huruf dibaris atas tidak bersentuhan dengan baris bawah) : boros, suka bicara.

Berjarak rapat / ujung bawah “y” “g” menyentuh ujung atas “h” “t” : organisator yang baik.

5.      Letak palang (-) pada huruf “t”

Cenderung kekiri : pribadi waspada, tidak mudah percaya.

Tepat ditengah : pribadi kurang orisinil, sangat bertanggung jawab.

Cenderung kekanan : pribadi andal, teliti, mampu memimpin.

Panjang kail “t”

Rendah : target kurang dari kemampuan sebenarnya (kurang PD / pemalas)

Tinggi : target tinggi juga diimbangi oleh kemampuan

Diatas kail : target lebih tinggi dibanding kemampuan (over PD)

6.      Arah tulisan pada kertas

Naik / nanjak : energik, optimis, tegas.

Tetap / lurus : perfeksionis, sulit bergaul.

Turun : tertekan / lelah, kemungkinan menutup diri. Makin kuat tekanan saat menulis makin besar intensitas emosi penulisnya; makin kecil huruf yang ditulis, makin besar tingkat konsentrasi si penulis.

Tentang huruf “O”

Lingkaran kecil pada huruf “o”: ada rahasia

Lingkaran huruf “o” mengarah ke kanan : kebohongan

Berdasarkan tingkat kemudahan terbacanya sebuah tulisan:

1. Tulisan mudah dibaca

(+) : kesungguhan kegigihan, kejelasan konsep,ide,& tujuan, mementingkan nilai estetika, cukup berbakat,berhati-hati, & sangat memperhatikan detail, kesabaran, dorongan untuk komunikasi, & pemahaman yang jelas, ingin adanya kepastian, kadang menunjukkan sifat konvensional, dorongan untuk jujur, mudah ditipu, berpikir ke depan

(-) : untuk dilihat seolah terbuka, kurang punya inspirasi, pendidikan kurang, cenderung berpikir naif & picik, tidak mampu mengatasi masalah sulit yang mensyaratkan pemahaman yang mendalam, bertindak tidak jujur & ingkar, emosi kurang matang, kurang punya visi & misi, hidup dalam dunia yang jelas.

2. Tulisan sulit dibaca

(+) : energik, penuh stamina, hidup dalam dunia idenya sendiri, matang jiwa pikiran, sanggup menjaga rahasia, dorongan utuk menjadi unik & untuk memiliki kebebasan bertindak, kemampuan memahami orang lain, intuitif & imajinatif, dinamis & fleksibel

(-) : ceroboh, kurang perhatian, tidak mampu bekerjasama, tidak bersungguh-sungguh, tidak tepat waktu, lamban, sombong, arogan, bersikap curiga, tidak mudah percaya, mental labil.

Sekian, semoga bermanfaat ya😇
Salam Literasi!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyak Jalan Mendapat Hidayah-Nya

Topik 5 Aksi Nyata Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

Gus Dur