Sudahkah Kamu Menemukan Ikigaimu?

 



Judul buku : IKIGAI Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Orang Jepang

Pengarang  : Hector Garcia dan Francesc Miralles

Tahun terbit : 2016

Cetakan ke  :

Penerbit      : Renebook


Resume

Buku ini bikin aku ingin pergi ke Jepang, ingin lihat langsung bagaimana para centenarian menghabiskan waktunya menjalani kehidupannya sehari-hari dengan bahagia tanpa beban ataupun rasa sedih, cemas, dan gelisah. Bab satu dalam buku ini menjelaskan apa itu ikigai? Ikigai berarti tujuan hidup atau hal apa yang membuatmu bangun di pagi hari. Ikigai setiap orang berbeda satu sama lain tetapi satu hal yang sama bahwa kita semua mencari makna. Ikigai tidak mengenal kata “pensiun”, mereka tetap aktif melakukan apa yang mereka sukai selama kesehatan memungkinkan. Mereka juga mengisi perut hanya sampai 80% dari total daya tampung yang bisa perut terima dan satu lagi mereka memiliki tradisi Moai.

Bab kedua menjelaskan bagaimana pikiran sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Jagalah kesehatan pikiran kita dengan kurangi stress, tetap aktif berpikir positif, dan mudah beradaptasi serta fokus dengan apa yang sedang kamu lakukan (mindfulness). Lalu jangan duduk terlalu lama dirumah atau tempat kerja karena akan mengurangi kebugaran otot dan pernafasan, meningkatkan nafsu makan serta membatasi keinginan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Maka ubahlah kebiasaan sehari-hari seperti berjalan kaki setiap hari, sedikit nyemil, tidur nyenyak, olahraga, dan sebagainya.

Bab ketiga menjelaskan satu istilah yakni logoterapi bahwa kita perlu secara sadar menemukan tujuan hidup. Dalam buku ini diberikan beberapa contoh kasus seperti seorang diplomat Amerika Serikat yang benci pekerjaannya, ibu yang ingin bunuh diri dan membunuh anaknya yang lumpuh sejak lahir, serta dokter yang berduka sejak istrinya meninggal. Semua  kebencian, kesedihan, dan rasa ingin mengakhiri hidup itu sebenarnya karena mereka belum dengan sadar menemukan tujuan hidup atau makna hidupnya.

Satu pesan yang diberikan dalam bab keempat buku ini yaitu cintailah apapun pekerjaanmu dan nikmati prosesnya sebab kebahagiaan ada dalam proses bukan pada hasil. Orang yang paling bahagia bukanlah orang yang paling banyak pencapaiannya. Melainkan orang yang menghabiskan lebih banyak waktunya dalam flow; dalam keadaan mengalir atau menikmati aktivitas kesehariannya. Kemudian bab kelima memberitahu kita apa saja rahasia umur panjang para supercentenarian (orang dengan usia lebih dari 110 tahun) diantaranya yaitu seumur hidup tidak pernah makan daging, menikmati hari demi hari, menikmati pekerjaan mereka dengan senang hati, tetap aktif produktif sampai mereka meninggal, dan jangan berhenti belajar serta yang terpenting harus punya ikigai (tujuan hidup).

Pada bab keenam ini masih membahas apa saja rahasia umur panjang yakni jangan khawatir, tumbuhkan kebiasaan baik, pelihara persahabatan setiap hari, hiduplah dengan tidak terburu-buru, dan selalu optimis. Beralih ke bab tujuh membahasa diet versi ikigai yaitu konsumsi jenis makanan yang beragam terutama sayuran, makan 5 porsi buah dan sayuran tiap hari, makan biji-bijian, kurangi atau hindari mengkonsumsi gula dan garam, puasa 1 atau 2 hari setiap minggu, dan makan dengan normal pada 5 hari hari lainnya.

    Bab kedelapan menegaskan kembali apa yang dibahas pada bab sebelumnya yakni jangan duduk terlalu lama, usahakan setiap hari bergerak walaupun gerakan sederhana dan atur napas kita lebih baik lagi. Lanjut pada bab terakhir buku ini memberitahu kita untuk fokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol (respon kita terhadap suatu kejadian) dan tidak usah ambil pusing dengan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Hiduplah disini dan saat ini, jangan menyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan.

Sekian, semoga bermanfaat ya

Salam Literasi!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyak Jalan Mendapat Hidayah-Nya

Topik 5 Aksi Nyata Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

Gus Dur